BERITA

  • PENDIDIKAN KARAKTER

    PENDIDIKAN KARAKTER

    Di era globalisasi yang di tandai dengan kemajuan dunia ilmu informasi dan teknologi, memberikan banyak perubahan dan tekanan dalam segala bidang. Dunia pendidikan yang secara filosofis di pandang sebagai alat atau wadah untuk mencerdaskan dan membentuk watak manusia agar lebih baik (humanisasi), sekarang sudah mulai bergeser atau disorientasi. Semua itu terjadi salah satunya dikarenakan kurang siapnya pendidikan untuk mengikuti perkembangan zaman yang begitu cepat. Sehingga pendidikan mendapat krisis dalam hal kepercayaan dari masyarakat, dan lebih ironisnya lagi bahwa pendidikan sekarang sudah masuk dalam krisis pembentukan karakter (kepribadian) secara baik. Pendidikan bagi kehidupan manusia merupakan kebutuhan primer atau mutlak yang harus dipenuhi sepanjang hayat. Tanpa pendidikan sama sekali mustahil suatu kelompok manusia dapat hidup berkembang dengan cita-cita untuk maju, sejahtera, dan bahagia menurut konsep pandangan hidupnya.

    Pendidikan bertujuan tidak sekedar proses alih budaya atau alih ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi juga sekaligus sebagai proses alih nilai (transfer of value). Artinya bahwa Pendidikan, di samping proses pertalian dan transmisi pengetahuan, juga berkenaan dengan proses perkembangan dan pembentukan kepribadian atau karakter masyarakat. Dalam rangka internalisasi nilai- nilai budi pekerti kepada peserta didik, maka perlu adanya optimalisasi pendidikan. Perlu kita sadari bahwa fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembanganya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pendidikan juga dipandang sebagai sebuah sistem sosial, artinya dikatakan sistem sosial disebabkan di dalamnya berkumpul manusia yang saling berinteraksi dengan lingkungannya. Untuk menuju pada pendidikan yang dapat beradaptasi dengan lingkungannya, yaitu dengan cara melakukan perubahan-perubahan susunan dan proses dari bagian-bagian yang ada dalam pendidikan itu sendiri. Sehingga pendidikan sebagai agen perubahan sosial diharapkan peranannya mampu mewujudkan perubahan nilai-nilai sikap, moral, pola pikir, perilaku intelektual, keterampilan, dan wawasan para peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan itu sendiri.

    Berlatar belakang itulah maka perlu adanya pendidikan Karakter (Character Building) bagi siswa di SMA Negeri 5 Magelang. Pendidikan karakter bagi siswa setiap tahun sudah diprogramkan dilaksanakan bekerjasama dengan tentara RINDAM IV Diponegoro atau dengan AKMIL Magelang. Pemberian pendidikan karakter ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang memiliki kedisiplinan, kecakapan, kemandirian dan kemampuan mengembangkan potensi dirinya masing-masing. Bidang kesiswaan yang menangani pelatihan ini, bermaksud sekembalinya siswa mengikuti pelatihan dapat kembali ke bangku sekolah dengan perubahan maindset yang positif. Pendidikan karekter berlangsung selama tiga hari, dimana siswa dikarantina di asrama, dididik oleh tentara agar lebih terbentuk kepribadian yang baik. Meski mereka sudah dibekali pendidikan dari keluarga, namun pihak sekolah merasa perlu memberikan bekal itu agar siswa di luar rumah lebih santun, dan berkepribadian yang baik pula.

    Di era globalisasi yang di tandai dengan kemajuan dunia ilmu informasi dan teknologi, memberikan banyak perubahan dan tekanan dalam segala bidang. Dunia pendidikan yang secara filosofis di pandang sebagai alat atau wadah untuk mencerdaskan dan membentuk watak manusia agar lebih baik (humanisasi), sekarang sudah mulai bergeser atau disorientasi. Semua itu terjadi salah satunya dikarenakan kurang siapnya pendidikan untuk mengikuti perkembangan zaman yang begitu cepat. Sehingga pendidikan mendapat krisis dalam hal kepercayaan dari masyarakat, dan lebih ironisnya lagi bahwa pendidikan sekarang sudah masuk dalam krisis pembentukan karakter (kepribadian) secara baik. Pendidikan bagi kehidupan manusia merupakan kebutuhan primer atau mutlak yang harus dipenuhi sepanjang hayat. Tanpa pendidikan sama sekali mustahil suatu kelompok manusia dapat hidup berkembang dengan cita-cita untuk maju, sejahtera, dan bahagia menurut konsep pandangan hidupnya.

    Pendidikan bertujuan tidak sekedar proses alih budaya atau alih ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi juga sekaligus sebagai proses alih nilai (transfer of value). Artinya bahwa Pendidikan, di samping proses pertalian dan transmisi pengetahuan, juga berkenaan dengan proses perkembangan dan pembentukan kepribadian atau karakter masyarakat. Dalam rangka internalisasi nilai- nilai budi pekerti kepada peserta didik, maka perlu adanya optimalisasi pendidikan. Perlu kita sadari bahwa fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembanganya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pendidikan juga dipandang sebagai sebuah sistem sosial, artinya dikatakan sistem sosial disebabkan di dalamnya berkumpul manusia yang saling berinteraksi dengan lingkungannya. Untuk menuju pada pendidikan yang dapat beradaptasi dengan lingkungannya, yaitu dengan cara melakukan perubahan-perubahan susunan dan proses dari bagian-bagian yang ada dalam pendidikan itu sendiri. Sehingga pendidikan sebagai agen perubahan sosial diharapkan peranannya mampu mewujudkan perubahan nilai-nilai sikap, moral, pola pikir, perilaku intelektual, keterampilan, dan wawasan para peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan itu sendiri.

    Berlatar belakang itulah maka perlu adanya pendidikan Karakter (Character Building) bagi siswa di SMA Negeri 5 Magelang. Pendidikan karakter bagi siswa setiap tahun sudah diprogramkan dilaksanakan bekerjasama dengan tentara RINDAM IV Diponegoro atau dengan AKMIL Magelang. Pemberian pendidikan karakter ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang memiliki kedisiplinan, kecakapan, kemandirian dan kemampuan mengembangkan potensi dirinya masing-masing. Bidang kesiswaan yang menangani pelatihan ini, bermaksud sekembalinya siswa mengikuti pelatihan dapat kembali ke bangku sekolah dengan perubahan maindset yang positif. Pendidikan karekter berlangsung selama tiga hari, dimana siswa dikarantina di asrama, dididik oleh tentara agar lebih terbentuk kepribadian yang baik. Meski mereka sudah dibekali pendidikan dari keluarga, namun pihak sekolah merasa perlu memberikan bekal itu agar siswa di luar rumah lebih santun, dan berkepribadian yang baik pula.

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks